Seseorang (tepatnya adik kelas) bercerita kepada saya tentang teman laki-lakinya yang mengirimkan SMS "met bobok" kepada teman perempuannya. Adik kelas saya ini merasa sakit hati karena dia berani mengirimkan SMS seperti itu kepada teman perempuannya. Saya agak bingung dengan hal itu, "Kalo cuma teman kan apa salahnya ngirim SMS 'met bobok'", begitu pikir saya. Ternyata dia dan teman laki-lakinya itu sebenarnya menjalani Hubungan Tanpa Status. Dia sudah dianggap ceweknya sendiri oleh teman laki-lakinya, begitu juga sebaliknya. Dia menganggap temannya itu seperti cowoknya sendiri. Lalu, bagaimana solusinya?